Rahasia Nyeleneh Adolf Hitler Terungkap

Terungkaplagi Saturday, February 27, 2016

Penemuan baru yang terungkap bahwa Adolf Hitler memiliki alat vital yang kecil langsung saja menjadi sensasi di dunia maya dan banyak yang semakin penasaran dengan kehidupan mantan diktaktor Jerman itu.

Tapi sejarawan di belakang klaim itu telah mengungkapkan alasan sebenarnya di balik alat vital Hitler yang kecil.

Menurut Daily Star, catatan medis setelah penangkapan Hitler pada 1923 menunjukkan ia menderita 'kriptoskismus sebelah kanan', yang merupakan nama medis untuk testis yang tidak turun.

Jadi kantong buah zakar Hitler yang sebelah kanan ternyata kosong atau kempis. Ini karena tidak berisi skrotum.

Sementara itu, The Sun melaporkan, sebuah catatan baru menunjukkan pemimpin fasis itu juga memiliki kondisi terkait yang disebut hipospadia - yang dapat membuat penderitanya memiliki 'alat vital kecil'.

Penderita hipospadia mungkin terpaksa buang air kecil melalui lubang kecil di dasar atau batang alat vital, bukan di ujung.

Dalam buku baru Hitler’s Last Day: Minute by Minute, sejarawan Jonathan Mayo dan Emma Craigie berpendapat, pemimpin Nazi terus menjaga rahasia gelap itu bersamanya.

"Hitler sendiri diyakini memiliki dua bentuk kelainan alat kelamin: sebuah kriptoskismus sebelah kanan dan kondisi langka yang disebut hipospadia dengan uretra yang membuka di bagian bawah alat vital," tulis mereka.

Tapi meski catatan medis mengungkapkan Hitler menderita cacat alat kelamin, Craigie menolak klaim pemimpin Partai Nazi itu memiliki alat vital kecil.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita The Independent, Craigie mengatakan laporan tentang alat vital kecil Hitler harus dibahas dengan hati-hati.

Dia mengatakan Hitler, memiliki alat vital kecil mungkin karena dia menderita hipospadia. Craigie juga mempertahankan argumentasi bahwa dia tidak pernah melihat adanya bukti yang menunjukkan selain daripada hipospadia biasa.

Hitler diperkirakan mengalami cacat lahir sehingga uretra terbentuk di bagian bawah alat vital bukan di ujung. Hal ini bisa menyebabkan alat vital menyatu dengan tubuh, sehingga tampak lebih kecil.

Hitler terkenal sangat takut terlihat telanjang dan tidak pernah menjadi seorang ayah, meskipun dia mendorong warga Jerman untuk memproduksi bayi Arya. Hitler juga diketahui tidak memiliki libido.

Dokter pribadinya Theodor Morell selalu meresepkan amfetamin, hormon dan kokain di setiap kesempatan kepada Hitler, untuk menimbulkan dorongan libido dengan pasangannya Eva Braun. Theodor juga mencatat Hitler menderita hipospadia.

Netanyahu Sebut Holocaust Bukan Ide Hitler, Tapi Palestina

Komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu kemarin yang mengaitkan pembantaian Yahudi oleh Nazi karena bisikan seorang ulama, tidak didukung bukti sejarah.

Pernyataan Netanyahu itu bersamaan dengan keberangkatan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Jerman, untuk menengahi kekerasan terbaru antara Palestina dan Israel beberapa minggu terakhir.

Netanyahu, berbicara sebelum berangkat ke perundingan itu, mengatakan Haj Amin al-Husseini, pemimpin muslim di Yerusalem, membujuk Adolf Hitler untuk membantai kaum Yahudi yang dalam sejarah dikenal sebagai Holocaust.

Namun pernyataan Netanyahu itu dibantah keras oleh politikus oposisi Israel dan ahli sejarah Holocaust. Mereka menuduh Netanyahu telah memutarbalikkan catatan sejarah.

Juru bicara pemerintah Jerman juga mengatakan Holocaust adalah tanggung jawab Jerman dan tidak ada hubungannya dengan yang lain.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby menolak untuk mengatakan komentar Netanyahu sebagai pernyataan bernada menghasut. Tetapi dia mengatakan bukti sejarah Holocaust tidak mendukung pandangan Netanyahu.

"Kami telah mendengar laporan pers komentarnya, dan jika Anda membacanya, maka bukti sejarah tidak mendukung klaim tersebut," kata Kirby.

Kerry akan bertemu dengan Netanyahu di Berlin pada hari Kamis di awal perjalanannya untuk mencari cara mengakhiri kekerasan antara Israel dan Palestina, kata Kirby.

Bangkai Kapal Selam Nazi Jerman Ditemukan di Laut Jawa

Dream - Pasukan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bangkai kapal selam milik Nazi Jerman di Laut Jawa. Kapal selam berjenis Unterseeboot atau U-Boat itu hadir di Indonesia untuk membantu Jepang yang pernah Tanah Air pada Perang Dunia II.

Menurut Mayor Yudo Ponco, kapal selam itu berada di perairan Karimun Jawa. Tim Kopaska telah melakukan penjelajahan dan penyelaman di lokasi bangkai kapal yang terletak di utara Karimun itu pada 30 Mei 2014.

“Panjang bangkai kapal hanya tersisa 30 meter di kedalaman 25 meter Laut Jawa,” ujar Yudo di Kantor Kementerian Koordinator Maritim, Jakarta Pusat, Kamis 11 Desember 2014.

Kapal itu memang hanya tinggal separuh saja. Sebab, banyak bagian bangkai kapal itu telah dicuri. Selain badan kapal, Tim ekspedisi juga menemukan banyak botol yang diduga sebagai tempat wine, parfum, dan botol sake.

Yudo mengatakan, kapal selam tersebut beroperasi di Indonesia karena dimintai oleh Jepang untuk membantu menghadapi pasukan Sekutu pada Desember 1942. Diduga, riwayat kapal itu tamat karena ditorpedo oleh pasukan Sekutu.

“U-Boat memang ada di Jakarta, Surabaya, dan Penang. Yang meminta adalah Jepang sebagai sekutu,” ungkap Yudo di hadapan Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo.

Dia menambahkan, kapal pertama yang diberikan Jerman kepada Jepang adalah U-511. Sementara U-168 diarahkan ke Surabaya saat perjalanan terakhirnya. Namun belum dapat dipastikan apakah bangkai yang ditemukan itu merupakan U-168.

“Cuma temuan dari logo di piring segala macam mengarah ke U-168 karena ada tulisan logo Jerman tahun 1938,” tutur Yudo.

U-Boat merupakan kapal selam andalan angkatan laut Hitler. Kapal selam ini menebar teror di Samudera Atlantik. Puluhan kapal dagang dan kapal perang Sekutu telah banyak ditenggelamkan oleh kapal selam ini.

Sementara, tim dari Pusat Arkeologi Nasional sudah melakukan penelitian terkait penemuan ini pada 4 November lalu dengan melibatkan 15 peneliti serta penyelam dari Yogyakarta. Kini sejumlah barang yang ditemukan telah diangkat untuk diteliti di Kantor Pusat Arkeologi Nasional. Sementara bangkai kapal tetap dibiarkan di tempat semula.

“Baru pertama ini kita menemukan reruntuhan kapal selam Jerman. Kalau kapal perang sisa perang dunia II sudah sering, tapi kapal selam apalagi jenis U-Boat baru kali ini,” kata Ketua Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo. (Sumber: Merdeka.com)

Artikel Terkait Rahasia ,Sejarah ,Tokoh

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment