Misteri Akseyna: Dibunuh dan Telepon yang Dipegang Teman

Terungkaplagi Sunday, June 28, 2015

Ayah Akseyna Ahad Dori, Kolonel (Sus) Mardoto, mengatakan masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab tentang peristiwa yang terjadi setelah anaknya ditemukan tewas. Salah satunya, alasan ada mahasiswa menginap di kamar Akseyna.


"Istri saya bertanya kenapa mereka ada di situ," kata Mardoto saat berkunjung ke kantor Tempo,Sabtu, 27 Juni 2015.

Mardoto menuturkan Akseyna ditemukan mengambang di Danau Kenanga Universitas Indonesia pada Kamis, 26 Maret 2015. Komunikasi Akseyna dan ibunya terakhir terjadi pada Sabtu, 21 Maret pekan sebelumnya. Lantaran tak kunjung menerima kabar hingga sepekan, ibu Akseyna menghubungi ponselnya pada Ahad, 29 Maret 2015.



Menurut Mardoto, sambungan telepon itu dijawab oleh seorang mahasiswa laki-laki yang tanpa menyebut nama dan mengaku sebagai teman Akseyna. Ibu Akseyna kaget lantaran bukan anaknya yang menjawab telepon tersebut. 

Saat menelepon, Mardoto mengatakan keluarga belum mengetahui identitas mayat yang mengambang di danau. Kedatangannya ke Jakarta keesokan harinya bertujuan mengecek kondisi anaknya lantaran komunikasi yang terputus. 

Setibanya di Jakarta, Mardoto mengatakan seorang teman Akseyna menyerahkan surat wasiat. Ia enggan menyebut identitas mahasiswa itu, tapi Mardoto memastikan penerima telepon dan pemberi surat merupakan orang sama. "Bukan saya yang membuka identitasnya," kata dia.

Mardoto mengaku heran lantaran mahasiwa itu tak mengungkapkan adanya surat wasiat saat menerima telepon ibu Akseyna. "Maka membaca berita pun saya tak berpikir itu anak saya," ujar Mardoto.

Identitas itu kemudian diketahui dari keterangan penjaga kos, Maryamah, saat diperiksa polisi. Menurut Maryamah, teman-teman Akseyna yang berkunjung saat itu berjumlah enam orang. Salah satunya, Achmad Jibril Jamaluddin. 

Ayah Jibril, Nanang Jamaluddin, mengatakan anaknya berteman baik dengan Akseyna sejak perkuliahan dimulai. Keduanya bertemu hampir setiap hari. Kedekatan itu pula yang membuat Jibril berpikir surat wasiat itu ditujukan untuknya dan bukan untuk keluarga. "Itu sebabnya anak saya berpikir bahwa surat itu untuk dia," ujar Nanang.

Artikel Terkait Berita ,Miris ,Misteri ,Seram

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment