Aneka Mitos Gerhana Matahari dari Berbagai Belahan Dunia

Terungkaplagi Wednesday, March 9, 2016

Fenomena alam gerhana matahari kini sudah tidak lagi dikaitkan dengan hal-hal mistik dan yang berbau mistik. Ilmu pengetahuan dan teknologi maju mampu menjelaskan penyebab terjadi gerhana matahari. Lantas seperti apakah mitos-mitos terkait gerhana matahari dari berbagai penjuru dunia.

Negara-negara di Asia, seperti China meyakini bahwa gerhana disebabkan oleh makhluk mistis Naga yang melahap matahari. Fenomena itu dianggap sebagai pertanda buruk, sehingga mereka membuat bunyi-bunyian yang bising selama gerhana untuk menakut-nakuti si naga.

Lain lagi di Vietnam yang percaya bahwa matahari bukan dimakan oleh Naga, melainkan oleh Kodok atau Katak. Vietnam pada masa lalu orang-orang menganggap kodok memakan matahari pada saat gerhana matahari terjadi. Sementara masyarakat Korea mengatakan gerhana terjadi karena anjing api mencoba mencuri matahari.

“Raja langit memerintahkan makhluk mistis itu untuk menangkap matahari yang panas, terkadang juga menangkap bulan yang dingin. Anjing-anjing itu seringnya gagal, namun ketika mereka berhasil menggigitnya, terjadilah apa yang kita kenal dengan gerhana,” terang Krupp seperti dikutip dari National Geographic.

Pada masyarakat Jawa diyakini raksasa Batara Kala menelan matahari karena dendam kepada Sang Surya atau Dewa Matahari.

Pada masyarakat Yunani Kuno, gerhana matahari dianggap sebagai tanda kemarahan dewa.

Di beberapa wilayah di dunia meyakini ibu hamil sebaiknya berada di dalam ruangan saat sedang terjadi. Mitos ini pun sempat beredar di masyarakat Jawa.

India sempat meyakini bahwa tidak boleh makan saat terjadi gerhana matahari. Mereka pun menghindari memasak saat gerhana matahari terjadi, menurut mereka makanan akan jadi beracun.

Orang-orang Viking menganggap sepasang serigala langit melahap matahari. Bangsa Viking percaya bahwa gerhana matahari disebabkan oleh serigala. Adalah dewa bernama Fenris Fenrir yang melakukannya. Saat masih berwujud serigala, Fenris Fenrir memakan matahari.

Suku Pomo di barat laut Amerika Serikat memercayai bahwa gerhana matahari terjadi karena ada binatang kolosal yang memakan matahari. Tetua mereka mengaku pernah melihat seekor beruang raksasa yang tengah marah. Akibatnya, beruang itu mengigit matahari.

Suku Pomo percaya pula bahwa beruang raksasa itu hadir tidak hanya di gerhana matahari total. Pada peristiwa gerhana bulan, beruang yang sama hadir untuk memakan bulan.

Berdasarkan cerita rakyat Inuit, Dewi Matahari yang bernama Malina dan Dewi Bulan yang bernama Annigan. Dikisahkan, Malina dan Annigan tengah berseteru di langit. Akibatnya, terjadilah gerhana matahari total.

Kepercayaan mengenai anjing mistis yang menggigit matahari dimiliki oleh masyarakat Korea. Mereka percaya bahwa ada seekor anjing yang sangat ajaib. Saking ajaibnya, ia mampu menggigit serta mencuri matahari dari tempatnya.

- See more at: http://www.jaringnews.com/seleb/hangout/75485/Berikut-Ini-Beragam-Mitos-Gerhana-Matahari-dari-Berbagai-Belahan-Dunia#sthash.gnQVGRjP.dpuf

Artikel Terkait Budaya ,Fenomena ,Misteri ,Mistis

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment