Rencana Desain Kapal Induk Nusantara Terbesar Buatan Indonesia

Terungkaplagi Thursday, February 18, 2016
Desain Kapal Induk Nusantara Milik Indonesia

Baru terungkap ternyata Indonesia diam-diam ingin membuat sebuah kapal induk. Tidak tanggung-tanggung bila mimpi ini terwujud nantinya akan menjadi kapal induk yang terbesar di dunia. Selain itu Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk. Berikut telusurannya.

Desain Kapal Induk Nusantara Milik Indonesia

Rancangan kapal induk ini nanti akan dilengkapi dengan mesin/turbin uap bertenaga nuklir sebagai mesin penggerak utamanya, tenaga nuklir ini diperoleh dari reaktor nuklir yang dihubungkan dengan turbin uap. Tenaga uap yang dihasilkan kapal induk tersebut selain sebagai penggerak kapal juga digunakan sebagai sumber tenaga listrik serta digunakan juga sebagai pengatur tekanan pada catapult kapal induk untuk meluncurkan pesawat.

Pada Armada Amerika serikat kapal ini diberi kode CVN (Carrier Vessel Nuclear) contoh kapal induk nuklir adalah:
  • USS Ronald Reagan, USS Kitty Hawk, USS Enterprise
  • USS Enterprise (CVN-65), launched in 1960, the first nuclear-powered aircraft carrier
  • USS America (CV-66), launched in 1964
  • USS John F. Kennedy (CV-67), launched in 1967

All ten Nimitz-class nuclear-powered aircraft carriers:
  • USS Nimitz (CVN-68), launched in 1972
  • USS Dwight D. Eisenhower (CVN-69), launched in 1975
  • USS Carl Vinson (CVN-70), launched in 1980
  • USS Theodore Roosevelt (CVN-71), launched in 1984
  • USS Abraham Lincoln (CVN-72), launched in 1988
  • USS George Washington (CVN-73), launched in 1990
  • USS John C. Stennis (CVN-74), launched in 1993
  • USS Harry S. Truman (CVN-75), launched in 1996
  • USS Ronald Reagan (CVN-76), launched in 2001
  • USS George H.W. Bush (CVN-77), launched in 2006
  • Gerald R. Ford-class nuclear-powered aircraft carriers:
  • USS Gerald R. Ford (CVN-78) NOTE: Under Construction
  • USS John F. Kennedy (CVN-79) NOTE: Under Construction

Inillah desain Kapal Induk buatan Indonesia, KRI Induk Nusantara & Kapal Selam.

Desain Kapal Induk Nusantara Milik Indonesia

Dengan adanya pemusatan populasi di daerah dekat lautan, keberadaan AL dapat mempengaruhi peristiwa dunia. Serangan dari laut merupakan salah satu hal vital dalam strategi militer. AL dapat menyediakan sarana bagi angkatan lain untuk melakukan penyerangan lanjutan, seperti ”tempat tinggal” yang aman bagi tentara, pelabuhan dan lapangan terbang di lautan.

Hal ini dapat dipenuhi dengan adanya kapal induk. Sebuah kapal induk kelas ini dapat mengangkut lebih dari 100 pesawat dan 8.000 tentara. Sebuah kapal induk dengan 70 pesawat militer dapat mengirimkan lebih dari 250 serangan sehari terhadap target di daerah pesisir.

Akan tetapi, target dengan jarak yang relatif jauh masih dapat diserang, bukan hanya di daerah pesisir. Sebuah kapal induk biasanya membawa stok bom lebih dari 9.000 buah.

Perbandingan Ukuran KRI Nusantara dengan Kapal Raksasa Lainnya.

Desain Kapal Induk Nusantara Milik Indonesia

Strategi Pembuatan KRI Nusantara

1. Mempelajari dan meneliti kapal induk bertenaga nuklir di negara-negara maju dengan cara mengirimkan para pelajar, peneliti dan perwira militer untuk menimba ilmu pengetahuan-teknologi dalam bidang ini.
2. Pembuatan Institusi Pendidikan, Riset dan Pengembangan dalam bidang Perkapalan Modern
3. Pembuatan dan Pengembangan Industri Perkapalan dalam negeri yang melibatkan sektor swasta
4. Sinergi antara pihak militer dan pihak industri pertahanan

General Characteristics:
  • Type : Giant Double Deck- Nuclear Aircraft Carrier
  • Displacement : 400.000 Tons
  • Length : 600 m
  • Propulsion:
  • 6 × Mini Nuclear Reactors
  • 12 × Steam turbines
  • (800 MW)
  • Speed: 60+ knots

Marine technology is defined by WEGEMT (a European association of 40 universities in 17 countries) as “technologies for the safe use, exploitation, protection of, and intervention in, the marine environment.” In this regard, according to WEGEMT, the technologies involved in marine technology are the following: naval architecture, marine engineering, ship design, ship building and ship operations; oil and gas exploration, exploitation, and production; hydrodynamics, navigation, sea surface and sub-surface support, underwater technology and engineering; marine resources (including both renewable and non-renewable marine resources); transport logistics and economics; inland, coastal, short sea and deep sea shipping; protection of the marine environment; leisure and safety.

Semoga rencana pembuatan kapal induk nusantaranya berhasil ya, kita doakan saja.

Artikel Terkait Rahasia ,Teknologi

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment