Jasad Ibu dan Anak Berpelukan Ditemukan Setelah 4000 Tahun Terkubur

Terungkaplagi Wednesday, September 23, 2015


Sebuah situs purbakala berhasil ditemukan oleh para Arkeolog China. Dalam temuan tersebut, para arkeolog menemukan tulang-tulang manusia yang saling berpelukan. Mereka berpelukan ketika terjadi bencana di China ribuan tahun silam. Dari temuan tulang belulang tersebut terlihat bahwa sang ibu berusaha melindungi anaknya dengan cara memeluk erat saat terjadi gempa bumi dahsyat yang menghajar Provinsi Qinghai, China pada tahun 2000 sebelum masehi.

Jasad tersebut ditemukan setelah dilakukan penggalian di daerah yang juga dikenal sebagai “Pompeii dari Timur” ini. Para ahli meyakini situs yang digali itu merupakan daerah bekas hantaman gempa bumi dan banjir bandang. Meski begitu, belum diketahui skala kerusakan akibat bencana tersebut. Diketahui, musibah itu telah membuat seluruh penduduk di wilayah tersebut hilang atau meninggal dunia.

Mirip dengan musibah di Pompeii, yang mana warganya hilang ditelan bumi setelah Gunung Vesuvius meletus. Hal yang membuat hati miris adalah foto dari tulang belulang yang ditemukan, terlebih foto jasad ibu dan anaknya yang terlihat sedang berpelukan. Terlihat jasad ibu tersebut sedang berlutut sembari kepalanya melihat ke atas dan melingkarkan tangan ke pundak anaknya, sedangkan anaknya memeluk sembari melihat ke arah ibunya.



Tak berhenti di tulang ibu dan anak tadi, dari situs itu juga ditemukan beberapa tulang belulang yang saling berpelukan. Mereka berpelukan sembari terlihat tersungkur di lantai. Daerah tersebut menjadi wilayah penggalian terbesar dari musibah yang terjadi di China dengan luas 40 ribu kaki. Situs itu ditemukan pada awal tahun 2000, dikutip dari Kompas, Selasa 11 Agustus 2015.

Situs itu juga diyakini menjadi petunjuk penting pada abad perunggu yang hidup dekat Sungai Kuning. Temuan tulang belulang tersebut kemudian dipamerkan di musium Lajia Ruins.

Artikel Terkait Legenda ,Misteri ,Seram

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment