5 Mitos Angker Pantai Papuma Yang Penuh Misteri

Terungkaplagi Monday, June 1, 2015
Pantai merupakan salah satu tempat wisata yang sangat banyak dikunjungi oleh orang-orang. Hal ini dikarenakan hampir semua pantai menyajikan pemandangan yang sangat indah dan menyegarkan. Salah satunya seperti pantai yang ada di Papuma, Kota Jember, Jawa Timur ini.

Di kutip dari Palingseru.com, Pantai yang diberi nama Pantai Pasir Putih Malikan atau pantai Papuma ini merupakan pantai yang menjadi objek wisata andalan di Jember. Hal ini dikarenakan Pantai Papuma ini memiliki pemandangan yang sangat luar biasa. Bahkan bisa dibilang pantai yang sangat diburu oleh para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Namun, sayangnya, Pantai Papuma ini memiliki banyak mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Nah, mau tau seperti apa Keangkerannya mitos di pantai Papuma ini? Yuk, langsung saja kita simak 5 Mitos Angker Pantai Papuma Yang Penuh Misteri.

1. Ombak pantai yang sering memakan korban


Ombak pantai Papuma yang sangat besar tersebut sering memakan korban. Sudah banyak korban yang mati terseret ombak pantai Papuma. Sehingga ada peraturan untuk pengunjung tidak boleh berenang di pantai ini. Katanya, hal ini dikarenakan di Pantai tersebut ada Nyi Roro Kidul penguasa Pantai Laut Selatan ini.

2. Pulau tak bernama yang dihuni oleh ular-ular berbisa


Di Pantai Papuma ini terdapat banyak batu-batu berukuran yang sangat besar di mana masing-masing batu tersebut memiliki nama. Namun, ada satu batu yang tidak memiliki nama yang paling dihindari oleh warga setempat, dan katanya batu tak bernama tersebut dihuni oleh ular-ular berbisa.

3. Batu Malikan


Batu malikan yang ada di pantai tersebut ternyata memiliki cerita legenda yang cukup mengerikan. Konon katanya batu malikan itu tempat di mana Raden Mursada dan Mursaud memancing. Lalu ini mendapatkan ikan ajaib Raja Mina yang kemudian dilepaskannya di batu tersebut.

4. Gua Lawa


Di Pantai ini terdapat sebuah batu karang dengan ceruk kecil yang dinamakan dengan Gua Lawa. Konon katanya gua lawa ini merupakan tempat bersemayam Dewi Sri Wulan dan tempat Kyai Mataram bersemedi.

5. Larung sesaji agar panen ikan melimpah


Di Pantai ini warga desa setempat selalu melakukan sebuat ritual yang dilakukan setiap tahun untuk menunjukan rasa syukur mereka atas hasil panen ikan yang melimpah. Dan tujuan lain adalah meminta untuk selalu diberikan ikan yang banyak setiap tahunnya.

Artikel Terkait Mistis ,Plesir

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment