Seram! Cerita Misteri di Lokasi Matinya Begal Panggang Pondok Aren

Terungkaplagi Monday, April 13, 2015
Meski sudah hampir satu bulan berlalu, namun kisah misteri Hendriansyah, si begal panggang Pondok Aren yang tewas mengenaskan diamuk massa dengan cara dibakar itu, masih menjadi pembicaraan warga sekitar.

Cerita Misteri di Lokasi Matinya Begal Panggang Pondok Aren

Bukan hanya di tempat pemakaman begal panggang, namun di lokasi dibakarnya begal panggang, warga masih merasakan hal di luar nalar. Cerita-cerita mistis itu tersebar dari mulut ke mulut.

Tidak hanya warga sekitar, bahkan warga lain yang tak sengaja melintas pun mendengar cerita mistis usai si begal panggangtewas mengenaskan. Berikut cerita mistis yang terjadi di lokasi tewasnya si begal panggang.

1. Terdengar Rintihan Minta Tolong

Sejumlah warga masih mendengar rintihan minta tolong di lokasi terbakarnya Hendriansyah, si begal panggang. Baim, salah satu warga yang bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Ceger, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan menuturkan, kerap mendengar rintingan tangis dan teriakan minta tolong saat senja mulai tiba.

"Sekitar pukul 18.30 wib teriakan minta tolong dan isak tangis pasti terdengar," kata Baim saat dijumpai merahputih.com di lokasi terbakarnya Hendriansyah, Sabtu (14/3). Ia menduga, suara tersebut merupakan suara Hendriansyah, si begal panggang.

Ia juga mengisahkan, bulu kuduknya sering berdiri saat mendengar suara-suara misterius tersebut. Tak hanya menjelang malam, Baim menuturkan, suasana mencekam juga terasa di siang hari. Pasca tewasnya si begal panggang, menurut Baim, setiap siang di lokasi kejadian, terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya.

"Saya tidak mau lagi jaga parkiran motor sampai malam. Kalau sudah maghrib tiba saya langsung pulang dan tidak berani keluar rumah," tandasnya.

2. Penampakan, Diduga Arwah si Begal Panggang

Hingga saat ini, melalui penelusuran merahputih.com, di lokasi tewasnya Hendriansyah, si begal panggang, warga masih merasakan hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Seorang pedagang warteg (warung Tegal) di sekitar lokasi tewasnya si begal panggang memberikan kesaksian, selain mendengar rintihan dan teriakan minta tolong ia kerap melihat bayangan hitam melintas di warungnya.

Bude, sebut saja pemilik warteg tersebut menjelaskan, lantaran hal tersebut dirinya sudah tidak lagi membuka warung hingga larut malam.

"Saya hanya mau jualan sampai habis maghrib saja. Suasananya berbeda, saya melihat seperti ada bayangan yang melintas di depan warung saya," ujar Bude saat ditemui merahputih.com, Sabtu (14/3). Biasanya, Bude membuka warungnya hingga pukul 22.00 WIB. Namun setelah adanya insiden begal panggang, Bude, terpaksa menutup warungnya lebih awal.

3. Kisah Papan Perenggut Nyawa si Begal Panggang
Papan Perenggut Nyawa

Salah satu cerita lain di lokasi tewasnya Hendriansyah si begal panggang di Pondok Aren, Tangerang Selatan adalah sebuah papan berukuran tidak terlalu besar yang tergeletak di salah satu sudut jalan dan disandarkan di sebuah tiang listrik.

Menurut Baim dan Wanto, tukang parkir di kawasan tersebut, sepotong papan itu menjadi saksi bisu tewasnya si begal panggang saat gagal melakukan aksinya.

Hingga saat ini, menurut Baim dan Wanto, tidak ada satupun orang yang berani menyentuh, apalagi memindahkan papan yang disebut sebagai perenggut nyawa si begal panggang.

"Kami tidak berani menyentuh papan itu lagi," kata Baim dengan wajah serius.

4. Cerita Ki Joko Bodo Tentang Arwah Begal Panggang

Menurut warga di sekitar tewasnya si begal panggang, paranormal kondang, Ki Joko Bodo pernah mendatangi lokasi tewasnya Hendriansyah di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Saat itu Ki Joko Bodo menuturkan, arwah si begal panggangmasih berkeliaran di daerah tersebut. Kontan, hal itu membuat nyali warga ciut.

"Mendengar kata ki Joko Bodo tersebut kami sangat takut dan tidak berani lagi menyentuh papan itu," tandas Baim, seorang penjaga parkir di kawasan tewasnya si begal panggang.

5. Pohon Rindang Penuh Misteri

Usai dipukuli dan dibakar hidup-hidup oleh massa, Hendriansyah sibegal panggang sempat berteduh dan menyandarkan diri di sebuah pohon rindang tepi jalan.

Dalam kondisi babak belur dan darah mengucur, Hendriansyah (29), begal motor itu, dipanggang hidup-hidup sejumlah warga hingga akhirnya meregang nyawa.

Sebut saja Sandi seorang penjual rambutan yang bisa mangkal di pohon rindang yang pernah digunakan untuk berteduh begal panggang mengaku kerap merasa merinding dan ketakutan. Bukan hanya di malam hari, bahkan pada saat siang hari perasaan takut itu kerap datang menyergap tiba-tiba.

"Saya masih mendengar teriakan histeris minta tolong. Saya sendiri merasa merinding dan trauma," katanya saat dijumpaimerahputih.com di kawasan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Sabtu (14/3).

Sandi sendiri mengaku dirinya melihat langsung dengan mata kepala saat Hendriansyah diseret, dipukuli dan dibakar hidup-hidup. Ingatan tersebut kerap datang menghampiri dirinya, bukan hanya di waktu malam dalam keadaan sepi, bahkan di kala siang hari dan dalam kondisi ramai.

"Walaupun tempat ini sangat ramai, tapi saya masih merasa merinding," sambung Sandi.

Artikel Terkait Berita ,Fakta ,Misteri ,Mistis ,Seram

Blogger Template by BlogTusts Sticky Widget by Kang Is Published by GBT.

No comments:

Post a Comment